
Frater Norbert di akhir pembicaraan juga menyampaikan, sasaran perjalanan home visit adalah menjumpai peserta didik dan para orangtua/wali. Menurutnya, tujuan home visit untuk memonitoring, memotivasi dan mendorong para siswa dan orang tua/wali dalam kegiatan pembelajaran dari rumah.
“Para guru kami bagi dalam beberapa kelompok mulai 2 (dua) orang/tim, ada yang 4 (empat) orang/tim hingga ada yang 6 (enam) orang/tim, mengunjungi beberapa kecamatan yang tersebar di seluruh kabupaten,” ungkapnya.
Menurutnya, jarak tempuh setiap kecamatan dari pusat kota berbeda-beda. Selain kecamatan Nubatukan (di pusat kabupaten-red), Kecamatan Nagawutung dengan jarak tempuh 45 km dari sekolah, Kecamatan Ile Ape dengan jarak tempuh 35 km, Kecamatan Lebatukan 25 km, Lodoblolong 40 km, Boto-Nagawutung 45 km dan Kecamatan Omesuri-Buyasuri 60 km.
“Para guru kami melakukan kunjungan selama empat hari sejak Rabu (13/5) sampai dengan Sabtu (16/5), dengan tetap mematuhi protokol kesehatan social distancing dan physical distancing,” pungkasnya.
Pada kesempatan lain, Theresia Elisabeth Ina Jaji Nilan, siswa kelas X Mia 2 SMATER Don Bosco mengatakan, dirinya dan orangtua bangga dan senang menyambut kehadiran para guru di rumah mereka. Menurutnya, mereka saling mendengarkan dan meneguhkan di tengah kesulitan akibat pandemi Covid-19.

Dengan strategi home visit, menurutnya sangat membantu partisipasi dan keaktifan siswa-siswi untuk mengikuti pembelajaran menyelesaikan tugas yang diberikan. Lanjutnya, home visit memberi pesan pentingnya membangun komunikasi antar guru, peserta didik dan orangtua/wali demi tercapainya tujuan pembelajaran dan pendidikan yang diharapkan.
“Terima kasih untuk kepala sekolah, bapak ibu guru yang telah datang mengunjungi kami meski dengan berlelah-lelah tetapi dengan semangat dan penuh tanggung jawab menyukseskan pendidikan di SMAS Frater Don Bosco Lewoleba,” pungkasnya. (*)
Pewarta: Albertus Muda



















