oleh

Media Sosial Facebook Versus Motivasi Belajar Siswa di Sekolah

Ketiga, anak dan remaja akan termotivasi untuk belajar mengembangkan diri melalui teman-teman yang mereka jumpai secara online. Keempat, situs jejaring sosial membuat anak dan remaja menjadi lebih bersahabat, perhatian dan empati.

Selain dampak positif, ada pula dampak negatif. Pertama, tidak peduli dengan sekitarnya. Kedua, kurangnya sosialisasi dengan lingkungan. Ketiga, menghamburkan uang dan mengganggu kesehatan. Keempat, berkurangnya waktu belajar. Kelima, kurangnya perhatian untuk keluarga. Keenam, sudah menemukan sesuatu yang berbau pornografi dan seks bebas. Ketujuh, rawan terjadi perselisihan dan penipuan. (makalah Ahmad Kurniawan).

Blibli.com

Media sosial Facebook dapat digunakan untuk mengembangkan keterampilan teknis dalam berkomunikasi. Facebook dapat menjadi sumber motivasi dalam belajar karena berinteraksi dengan teman dari segala belahan dunia. Akan tetapi, jika penggunaanya salah, maka akan menyita banyak waktu belajar, bahkan dapat menimbulkan perselisihan antarteman.

Motivasi belajar yang semakin berkurang akibat dari penggunaan media Facebook yang keliru karena pola komunikasi yang di bangun adalah komunikasi yang tidak mendidik. Misalnya, memposting kata-kata kasar sebagai akibat ungkapan kekecewaan terhadap sesuatu hal tapi dengan bahasa-bahasa yang tidak pantas.

Alisuf Sabri dalam (Suparman S., Cara Mengajar yang Menyenangkan Siswa, 2010:50) mendefiniskan motivasi sebagai segala sesuatu yang menjadi pendorong tingkah laku yang menuntut atau mendorong orang untuk memenuhi suatu kebutuhan. Menurutnya, kebutuhan ini akan menimbulkan dorongan dan motif untuk melakukan tindakan tertentu.

Sementara itu, menurut Sudjana S., (2010:50-51), motivasi dapat dibedakan menjadi dua jenis. Pertama, motivasi intrinsik. Motivasi ini muncul dari dalam diri setiap individu seperti kebutuhan, bakat, kemauan, minat dan harapan. Kedua, motivasi ekstrinsik. Motivasi yang datang dari luar diri seseorang, timbul karena adanya stimulasi/rangsangan dari luar dirinya atau lingkungannya.

Menurut Sardiman, ada beberapa motivasi yang dapat diberikan kepada siswa untuk mendorong motivasi belajarnya (2010:52-54). Pertama, memberikan angka/nilai, sebagai simbol dari hasil aktivitas belajar siswa. Kedua, memberi hadiah. Dapat diberikan kepada siswa yang berprestasi. Ketiga, kompetisi. Persaingan yang mendorong untuk meningkatkan gairah belajar siswa.

Keempat, kesadaran. Menumbuhkan kesadaran kepada siswa mengenai pentingnya tugas dan menerimanya sebagai sebuah tantangan. Kelima, memberikan ulangan. Dapat dijadikan motivasi agar siswa mempersiapkan diri dengan belajar jauh-jauh hari.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *