oleh

Media Sosial Facebook Versus Motivasi Belajar Siswa di Sekolah

Keenam, mengetahui hasil. Sebuah nilai prestasi belajar akan meningkatkan intensitas belajar guna mendapatkan prestasi yang lebih baik. Ketujuh, pujian. Pujian diberikan sesuai dengan hasil kerja, bukan dibuat-buat. Kedelapan, hukuman. Meski sebagai penguatan negatif tetapi jika dilakukan dengan tepat dan bijak akan menjadi alat motivasi yang baik dan efektif.

Berkaca pada motivasi di atas, ditemukan bahwa penggunaan media sosial Facebook yang tepat seharusnya dapat menjadi motivasi bagi siswa terutama dapat menumbuhkan semangat berkompetisi dalam belajar, karena dengan penggunaan media Facebook yang tepat siswa melihat hal-hal yang positif.

Blibli.com

Penggunaan media sosial Facebook yang tepat hendaknya menumbuhkan kesadaran kepada siswa bahwa tugas yang diberikan oleh para pendidik di sekolah merupakan sebuah tantangan yang perlu diselesaikan untuk mendapatkan hasil yang baik.

Selain itu, media sosial Facebook dalam penggunaanya hendaknya mengakomodir hal-hal berkaitan dengan kreatifitas anak muda sehingga menjadi motivasi dalam diri siswa untuk ikut berkreatifitas dalam lingkungan sendiri. Media sosial Facebook hendaknya menjadi roda penggerak untuk meningkatkan motivasi belajar.

Penulis memandang perlu pembenahan bersama semua pihak, baik sekolah maupun orang tua yang dapat membantu proses pendidikan generasi muda. Oleh karena itu, beberapa hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan penggunaan Facebook dalam kerangka belajar. Pertama, pengawasan orang tua terhadap aktivitas penggunaan handphone.

Kedua, peran sekolah dengan membatasi pemakaian handphone di sekolah, yaitu pada saat masuk dalam lingkungan sekolah, wali kelas mengumpulkan handphone siswa-siswannya dan baru boleh dikembalikan pada saat pulang ke rumah.

Ketiga, orang tua dapat membuat akun Facebook dan memantau postingan-postingan anaknya di media sosial sehingga dapat dengan mudah mengontrol hal-hal yang dilihat dan dibuat buah hatinya pada saat menggunakan media Facebook.

Keempat, para pendidik dapat menjadikan media Facebook sebagai sarana pembelajaran. Kelima, memberikan gambaran dan penyadaran kepada siswa melalui kegiatan bimbingan kelas oleh konselor sekolah mengenai dampak penggunaan handphone. (*)

Penulis: Maria Magdalena Postel Rayi Boli, S.Pd (Guru SMA Negeri 2 Nubatukan Lewoleba-Kabupaten Lembata- Provinsi NTT)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *