
Seluruh tindakan baik positif (tertib) maupun negatif (tidak tertib) dari guru akan diamati dan ditiru oleh para peserta didik. Perilaku positif dari para guru akan terekam memori dan terpatri di relung hati siswa-siswi dalam mewujudkan tata tertib di rumah. Misalnya, di rumah orang tua menyediakan papan informasi. Papan tersebut mesti digunakan untuk menginformasikan seluruh aktivitas atau kegiatan yang dilakukan setiap anggota keluarga pada hari bersangkutan maupun hari selanjutnya. Apa pun kegiatan yang dilakukan, mestinya dituliskan pada papan informasi untuk menerangkan sekaligus mempertegas setiap aktivitas yang dilakukan seluruh anggota keluarga pada hari bersangkutan.
Gambaran kebiasaan yang sangat baik ini akan membentuk anak dan orang tua di rumah tumbuh dalam budaya kedisiplinan. Mendidik karakter tertib dan disiplin mesti dimulai dari rumah. Apabila nilai-nilai tersebut sudah membudaya dan berakar kuat dalam keluarga, maka pendidikan karakter secara klasikal di kelas tidak mengalami banyak kendala. Demikian juga, secara institusi kelembagaan ketika karakter tertib dan disiplin sudah terinternalisasi atau membatin dalam diri peserta didik, sekolah akan memiliki keunggulan dalam hal tertib dan disiplin. Meskipun mengisi daftar hadir dan jurnal mengajar merupakan tindakan kecil dan sederhana tetapi jika dilakukan dengan sungguh-sungguh akan memberi dampak positif yang signifikan. Sebaliknya, jika dipandang remeh bahkan diabaikan maka akan melemahkan karakter tertib dan disiplin dalam diri anak saat berada di mana pun.
Kebiasaan mengisi daftar hadir dan jurnal mengajar serta menulis di papan informasi seperti yang penulis uraikan di atas, apabila dilakukan dengan tertib dan disiplin maka pada suatu waktu akan terbentuk sebuah budaya literasi yang luar biasa dalam diri anak di rumah, siswa di kelas dan warga sekolah secara institusi kelembagaan. Kebiasaan menulis dalam tingkatan ini, suatu waktu akan mengantar para siswa menjadi penulis yang sukses.
Setelah memahami makna tata tertib, seorang guru juga mesti memahami makna disiplin. Menurut Tim Penyusun Pusat Bahasa, disiplin memiliki arti tata tertib (di sekolah, kemiliteran); ketaatan pada peraturan (KBI, 2008:358). Arti tersebut mau menegaskan bahwa setiap pendidik hendaknya selalu taat pada peraturan yang telah disepakati bersama dalam sebuah lembaga pendidikan dengan tujuan untuk menjaga dan melindungi lembaga pendidikan tersebut.
Sementara itu, menurut F.W. Foester, disiplin merupakan keseluruhan ukuran bagi tindakan-tindakan yang menjamin kondisi-kondisi moral yang diperlukan sehingga proses pendidikan berjalan lancar dan tidak terganggu (Doni Koesoema A., 2015:233). Selain itu menurut Komensky, sebuah sekolah tanpa kedisiplinan adalah seperti kincir tanpa air. Sebagaimana tanpa aliran air, kincir air itu tidak akan berputar, demikian juga melalaikan bahkan mencabut kedisiplinan dari kehidupan sekolah membuat pendidikan menjadi macet (2015:235). Disiplin juga dapat diartikan sebagai tindakan individu untuk melaksanakan serta menaati peraturan, tata tertib dan norma yang berlaku di lembaga tertentu.
Bertolak dari pengertian tata tertib dan disiplin di atas, penulis berkesimpulan bahwa seorang guru dan pendidik mesti memiliki sikap mental tertib administrasi karena secara hukum menjadi bukti yang valid bagi seorang guru ketika mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya. Memang bagi guru dan pendidik wajib memiliki beberapa perangkat administrasi dalam melaksanakan tugasnya, namun dalam kajian ini penulis lebih menyoroti aspek pemenuhan tertib administrasi dalam hal ini mengisi daftar hadir dan jurnal mengajar bagi seorang guru.
Penulis melihat…



















