Eksistensi Guru di Tengah Pandemi Covid-19; Catatan Hari Guru Nasional 25 November 2020

Berita Opini763 Dilihat

Di sela-sela ketidaksiapan, kabar baik pun datang. Meskipun, berada dalam himpitan kondisi serba berat dan sulit, guru bahkan tampil sebagai sosok yang tak kenal lelah, tak mau membiarkan para peserta didik ketinggalan mendapatkan secuil ilmu.

Para guru bahkan tak menghendaki agar karakter anak-anak terperangkap dalam berbagai penyakit sosial kemasyarakatan, dimana anak-anak dapat bertindak sarkastis atau terlibat tindakan amoral lainnya. Sebagai ujung tombak, guru tetap survive bahkan memastikan, peserta didik tetap mendapatkan hak-haknya sebagai anak di masa pandemi covid-19.

Pada titik ini, peran guru diuji. Dalam peringatan hari guru secara virtual, Mendikbud, Nadiem Anwar Makarim mengatakan, peran guru semakin mulia di tengah pandemi covid-19. Para guru tidak hanya memastikan kelangsungan pembelajaran, tetapi juga berperan lebih dalam mendukung kesehatan mental dan kesejahteraan murid mereka.

Nadiem menambahkan, para guru tidak hanya gigih bekerja sendiri, tapi juga bergerak secara kolektif demi menemukan solusi atas tantangan. Semua yang dilakukan pada masa sulit ini, merupakan kesanggupan para guru tetap menyiapkan masa depan bagi para murid-muridnya (https://www.beritasatu.com/).

Ada sebuah pelajaran yang dipetik oleh dunia pendidikan di tengah pandemi covid-19 ini, yakni kegiatan belajar tatap muka dengan guru terbukti lebih efektif ketimbang secara online. Belajar dari rumah secara daring banyak menimbulkan keluhan dari peserta didik maupun orang tua. Kita disadarkan bahwa bagaimana pun, selamanya profesi guru tidak akan tergantikan oleh teknologi.

Tema Hari Guru Nasional ‘Bangkitkan Semangat, Wujudkan Merdeka Belajar’ dapat dijadikan momentum untuk mendorong dan membangun semangat dan tekad para guru untuk tetap mendedikasikan diri memajukan pendidikan meski di tengah pandemi covid-19. Pandemi covid-19 bukanlah alasan bagi warga belajar termasuk guru untuk lalai dan bermalas-malasan, namun sebaliknya pandemi covid-19 ini menjadi bara yang senantiasa membakar semangat para guru untuk bekerja lebih baik.

Membangkitkan semangat untuk mewujudkan merdeka belajar tentu tidak hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi merupakan tugas dan tanggung jawab bersama semua pihak, seluruh stakeholder, baik pemerintah, tenaga kependidikan, masyarakat, orang tua, maupun siswa.

Hari Guru Nasional menjadi momentum mengungkapkan terima kasih kepada para guru atas dedikasi dan komitmen yang tanpa letih bekerja untuk memajukan pendidikan dan mencerdaskan anak bangsa seperti yang diamanatkan undang-undang Negara Republik Indonesia. Selamat Hari Guru Nasional untuk semua guru yang telah berbakti untuk anak negeri ini. (*)

Penulis: Sumarnih, S.Pd (Guru Di SMP Negeri 1 Nubatukan-Kab. Lembata-NTT)

Blibli.com
Blibli.com