Matematika Ramadhan

ARTIKEL ILMIAH3458 Dilihat

Selepas sholat isa’ dan niat puasa, agenda yang bisa kita laksanakan adalah mendirikan malam Ramadhan, dengan mengisinya berbagai hal yang positif seperti; sholat malam yang sudah sangat viral dengan nama sholat taroweh dan witir, belajar baik pelajaran sekolah maupun mempelajari alQuran juga tilawahnya, dan lain sebagainya hingga melaksanakan sahur, mengisi waktu sekitar 50 ayatalQuran, sholat sunah fajar, juga sholat subuh. Sebagaimana hadits terkenal dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw. Bersabda; “ Barangsiapa QOMA Ramadhan dengan iman dan bermatematika, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu”. ( Bukhari, Muslim- At-Targhib ). Qoma Ramadhan disini didefinisikan sebagai “berdiri di malam Ramadhan” atau “mendirikan malam Ramadhan” yaitu mengisi kegiatan dimalam Ramadhan dari awal malam hingga akhir malam dengan hal-hal yang disunahkan. Sholat malam misalnya, ada beberapa rumusan sholat malam, mulai sholat yang ringan-ringan sampai dengan sholat kelas berat, dan memang sangat berat, karena itu hanyalah nabi yang bisa menjalankannya, sampai-sampai seusai sholat kaki nabi bengakak kiri kanan seperi sedang mengidap penyakit kaki gajah.

Adapun sholat yang ringan adalah seperti sholat malam yang dianjurkan, yaitu jika seseorang sholat malam, hendaknya memulai dengan sholat dua rakaat yang paling ringan (ra’atain khafifatain), kemudian istirahat, lalu sholat dua rakaat lagi dengan menggunakan surat pendek, istirahat lagi, sholat duarakaat lagi dengan menggunakan surat yang lebih panjang dari sebelumnya, istirahat lagi, istirahat lagi, lalu sholat duarakaat lagi dengan menggunakan surat yang lebih panjang lagi, dan seterusnya, lagi, dan lagi, istirahat dan sholat duarakaat, sampai jikakhawatir menjang subuh, ditutup dengan sholat yang rakaatnya bukan lagi dua, melainkan rakaat yang ganji, misanya 5, 3, atau 1, yaitu sholat witir. Alternatif1 ini sudah setara dengan satu satuan QOMA.

Alternatif 2, adalah pilihan sholat malam dengan jumlah rakaaat 2 +2 +2 +2 +3, yang mana bacaan surat-surat setelah alfatihah adalah surat yang panjang-panjang, sehingga pelaksanaannya memerlukan waktu yang lama, sampai menjelang waktu sahur ataupun waktu subuh. Atau bacaan surat-surat setelah alfatihah adalah surat pendek-pendek atau gabungan surat pendek dan surat panjang, dengan dilanjutkan kegiatan lain, entah itu membaca alQuran atau menghafal alQuran, yang jelas waktunya hampir semalam suntuk, itupun sudah setara satu satuan QOMA.

Blibli.com
Blibli.com

Tinggalkan Balasan