
Sementara itu secara terpisahpun ada perhitungan sendiri mengenai alQuran, seperti yang disampaikan oleh Ibnu Mas’ud ra., sabda Rasul saw.; “Barang siapa membaca satu huruf dari alQuran, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu sama dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf,tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.” (Tirmidzi ). Jadi setiap huruf dari alQuran sama dengan satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan sama dengan sepuluh pahala.
Itu tadi baru dilihat dari masing-masing huruf, sedangkan jika dilihat dari cara membacanya juga akan mempunyai nilai yang berbeda pula. Masing-masing huruf alQuran yang dibaca dengan cara menghafal yaitu membaca tidak menggunakan teks (mushaf) sama dengan seribu derajat, dan masing-masing huruf alQuran yang dibaca dengan cara “nadran” yaitu membaca dengan melihat tulisan/ teks/ mushaf akan dilipat gandakan sampai dua ribu derajad.( Utsman, hr. Baihaqi). Disini ditemukan bahwa nadran sama dengan dua kali hafal.
Demikian juga dibaca pada posisi sedang menggantung wudhu akan jauh lebih baik dari pada saat posisi sedang tidak berwudhu. Apalagi kalau membaca alQuran itu dimasukkan pada bacaan sholat, akan jauh lebih besar lagi nilainya. Seperti yang diutarakan Aisyah, r.ha.; “Bacaan alQuran didalam sholat lebih baik dari pada bacaan alQuran diluar sholat, bacaan alQuran diluar sholat lebih baik dari pada membaca tasbih dan takbir, membaca tasbih lebih baik dari pada sedekah, sedekah lebih baik dari pada puas, dan puasa adalah perisai dari api neraka.” (hr. Baihaqi).
Dengan kata lain akan ditemukan perbandingan sebagai berikut: Jika seseorang membaca alQuran didalam sholat dengan berdiri, maka setiap hurufnya berpahala 100 kebaikan. Jika seseorang membaca alQuran didalam sholat dengan duduk, maka setiap hurufnya berpahala 50 kebaikan. Jika seseorang membaca alQuran diluar sholat tetapi dengan berwudhu, maka setiap hurufnya berpahala 25 kebaikan. Jika seseorang membaca alQuran diluar sholat tanpa berwudhu, maka setiap hurufnya berpahala 10 kebaikan. Dan jika tidak membaca dan hanya mendengakan saja, maka setiap hurufnya berpahala 1 kebaikan saja. Apalagi diperhitungkan di bulan Ramadhan, pahalanya akan berubah lebih banyak lagi, dengan ketentuan; barang siapa mendekatkan diri di bulan Ramadhan dengan amalan sunah, maka pahalanya akan sama dengan pahala orang yang beramal fardhu di bulan yang lain; dan barang siapa mendekatkan diri di bulan Ramadhan dengan amalan fardhu, maka pahalanya akan sama dengan pahala orang yang beramal tujuh puluh kali amalan fardhu di bulan yang lain.
Dan yang demikian itu, jika dikerjakannya sampai bisa menghalangi seseorang menjadi tidak tidur karenanya di malam itu, maka seseorang itu akan memperoleh satu satuan Qoma, dan kelakpun seseorang itu akan mendapat syafaat alQuran, dengan alQuran itu sendiri akan bilang dengan Tuhan; “Wahai Rabku, aku telah menghalanginya tidur di malam itu, maka terimalah syafaatku untuknya.” Dan diterima.



















