SMA Don Bosco Padang Panen Sastra Perdana, 15 Siswanya Terbitkan Antologi Cerpen

Berita Daerah1749 Dilihat

“Lewat ajang ini, saya melihat bahwa anak-anak memiliki niat dan kemauan menulis yang luar biasa. Saya mulai mendekati dan merangkul mereka sambil memotivasi dan menginspirasi mereka untuk terus menulis, agar suatu saat kami bisa membuat buku antologi,” ujarnya.

Guru Bahasa dan Sastra Indonesia jebolan Universitas Negeri Padang ini mengatakan, buah karya yang lahir dari para pemenang khususnya dua anak muridnya memang sudah dibukukan, tetapi buku itu diterbitkan atas nama penerbit. Hal ini membuat dirinya tertantang, lantas ia mengajak para siswanya menulis demi membuktikan bahwa SMA Don Bosco Padang bisa memanen buah sastra dalam bentuk buku antologi cerpen kelak.

“Ketika saya berdialog langsung dengan anak-anak yang berminat dan punya hobi menulis, mereka menyambut dengan sukacita. Tanpa menunggu lama, saya pun langsung membicarakan ide penulisan buku ini ke kepala sekolah,” ungkapnya berkisah.

Ia menceritakan, saat menyampaikan ide dan niat ini, kepala sekolah menyambut baik ide tersebut. Bahkan lanjutnya, kepala sekolah langsung membahas ide yang disampaikannya bersama Ketua Yayasan yang notabene adalah seorang imam Katolik.

“Saya juga tidak tahu jika pak Martin, selaku kepala sekolah SMA Don Bosco telah mensharingkan ide saya ini ke RD. Dr. Alexander Irwan Suwandi selaku Ketua Yayasan Prayoga. Beberapa waktu kemudian saya pun dipanggil oleh Pastor. Di hadapan saya, Pastor menyatakan dukungan atas rencana saya untuk membuat buku bersama para siswa,” tuturnya.

Setelah Kepala Sekolah dan Ketua Yayasan menyatakan dukungan, dirinya langsung meminta kesediaan Pak Martin selaku Kepala Sekolah dan RD. Dr. Alexander Irwan Suwandi selaku Ketua Yayasan Prayoga untuk membuatkan kata pengantar buku antologi cerpen, karena merupakan buku perdana SMA Don Bosco Padang.

Sembilan Siswa SMA Don Bosco Padang berhasil memenangkan Juara 1, 2, Harapan 1, 2, dan 3 serta 4 juara favorit Lomba Sayembara Artikel Pajak yang dilaksanakan oleh Direktorat Jendral Pajak Sumbarinci tahun 2018.

Guru muda yang menggandrungi sastra ini mengatakan, awalnya dirinya mencoba menghubungi secara pribadi para siswa sembari melihat anak yang memiliki bakat dalam menulis cerpen. Dari hasil pendekatan secara personal itu, ada sekitar 15 siswa yang berminat dan menyatakan kesediaannya untuk menulis.

“Saya tidak menyeleksi…

Blibli.com
Blibli.com

Tinggalkan Balasan